Thursday, October 15, 2009

KADO ORGANIK UNTUK INDONESIA

LinkShare_234x60
Sebuah pertemuan silaturahmi yang sangat bermanfaat tentunya terlebih bagi diri penulis yang masih terbilang junior dalam bidang perkebunan organik dan peternakan domba kambing di Indonesia, HPDKI sebagai organisasi peternak domba kambing tercinta mendapatkan ajakan hangat dari Dewan Rempah Indonesia untuk bisa seiring sejalan dan bersinergi dalam pengembangan usaha perkebunan dan peternakan di tanah air tercinta. Amin.


Kado Organik untuk Indonesia, silaturahmi yang awalnya bertujuan untuk meminta kesediaan Bp. Adi Sasono sebagai tokoh nasional dalam Dewan Kehormatan HPDKI di mana Alhamdullilah semakin berkembang dengan banyak topik untuk kesejahteraan petani dan peternak Indonesia. Hadir dari pengurus HPDKI yaitu penulis, kemudian Ketua Umum DPP HPDKI Drh. Abduljabbar Zulkifli serta Bp. Imam Soeseno selaku Ketua Bidang Humas& Hubungan Antar Lembaga, dari Dewan Rempah Indonesia di mana senior yang sangat penulis hormati yaitu Bp. Suhirman Muljodihardjo dan juga Bp. Effendi Sutadisastra sebagai senior lainnya sekaligus guru penulis dalam Jaringan Komunitas Petani Tropis Internasional (International Tropical Farmers Network). Bp. Adi Sasono selaku Ketua Dewan Koperasi Indonesia didampingi pula oleh Bp. H. Mindo Sitorus sebagai Wakil Ketua Dewan Koperasi Indonesia pada pertemuan tersebut.


Kambing Domba untuk Perkebunan Organik
Seberapa pentingkah Kado Organik ini untuk Indonesia?



Feeding a hungry market, demikian kiranya apabila penulis mendapatkan informasi selama ini terkait potensi pasar produk rempah organik di perdagangan dunia khususnya di wilayah Eropa. Tiga segmentasi pasar di wilayah tersebut siap menyerap produk rempah organik dengan harga cantik yang harus didukung oleh kualitas tentunya, Pasar Industri (55%), Pasar Retail (35%) dan Pasar End User seperti Katering dan Restoran (10%). Ada beberapa isu penting pula yang menjadikan kenapa trend kebutuhan produk rempah organik di wilayah Eropa akan terus naik dari tahun ke tahun, pertama adalah memang kebutuhan konsumsinya sendiri yang terus meningkat seiring kesadaran masyarakat Eropa untuk tidak menggunakan bumbu dapur dan aroma masakan yang bersifat artificial. Penggunaan bumbu dapur dan aroma masakan yang bersifat artificial dipandang membahayakan bagi kesehatan mereka. Kemudian kedua di mana pertumbuhan pasar retail yang semakin tinggi untuk memasarkan produk organik di kawasan Eropa.


Sebuah proyeksi yang penulis dapatkan dari International Trade Centre tentang potensi pasar produk perkebunan organik di dunia pada tahun 2010, Eropa akan tetap menjadi pasar yang cantik sebesar 52%, Amerika Utara sebesar 45% dan sisanya adalah kawasan Asia. Negara-negara pasar tujuan di kawasan dimaksud antara lain, Jerman, Inggris, Prancis, Italia, USA dan Jepang. Sungguh kenyataan yang ironis apabila negara Kita Indonesia tidak disebut sebagai negara produsen unggulan pada persaingan pasar tahun 2010 yang akan datang, Cina, Turki, Brazil, India, Paraguay dan Ethopia, padahal 350 tahun di mana bangsa ini terjajah karena rempahnya, harus bangkit! Berikut adalah LINK yang semoga dapat memberikan manfaat bagi para pembaca sekalian, Salam Petani Organik& Peternak!


Kado Organik untuk Petani& Peternak Indonesia
http://www.freshplaza.com/news_detail.asp?id=51711
Indonesia: Strengthening banks’ financing for organic farming


INFORMASI PELATIHAN

Kelas Hari Sabtu& Minggu
Pelatihan Budidaya Tanaman Vanilla Organik
Lokasi Perkebunan Organik& Peternakan Villa Domba
Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat – Indonesia
Biaya Rp. 2.500.000,- per peserta selama 2 hari
Sudah termasuk Penginapan di Lokasi Kebun& Konsumsi
Informasi Silahkan Hubungi: agusramadas@yahoo.co.id



Saat ini bulan Oktober tahun 2009 di lokasi perkebunan Vanilla Kami masih terus berlangsung kegiatan perkawinan bunga pada tanaman Vanilla, kegiatan yang hanya berlangsung satu kali pada setiap tahunnya! Kegiatan ini juga menjadi bagian materi pada Pelatihan Budidaya Tanaman Vanilla Organik. Peserta akan melakukan praktik langsung terkait cara perkawinan bunga tanaman Vanilla. Segera daftarkan diri pembaca bilamana berminat ikut serta, Salam Petani Organik!

No comments: